Malam Pergantian Tahun, Miras dan Konvoi Jadi Atensi Polres Bangkalan

  


Polres Bangkalan - Perketat pengamanan wilayah jelang malam pergantian tahun memang menjadi tugas wajib Kepolisian di seluruh wilayah di Indonesia. Hal serupa juga terjadi di kabupaten Bangkalan dimana ingin masyarakat tetap patuh terhadap imbauan keamanan agar kondusifitas di wilayah bumi dzikir dan sholawat tersebut tetap terjaga.

Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan jauh-jauh hari sebelum memasuki hari peringatan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pihaknya terus melakukan konsolidasi bersama tokoh-tokoh masyarakat terkait langkah pengamanan wilayah.

Melalui konsolidasi ini, Kapolres mengajak para tokoh masyarakat ikut mensosialisasikan poin-poin penting yang perlu dihindari masyarakat saat malam pergantian tahun.

"Konsolidasi itu merupakan langkah prefentif kita dalam mengamankan wilayah dan itu sudah dilakukan bersama dengan tokoh masyarakat. Tinggal bagaimana kesadaran dari masrayakatnya itu sendiri," ujar AKBP Wiwit. 

Setidaknya ada 11 poin utama yang diharapkan bisa diterapkan masyarakat. Mulai dari cek kendaraan sebelum bepergian, berhenti ketika mengantuk di pos yang telah disediakan oleh polres, patuhi rambu rambu lalu lintas, tidak menyalakan petasan atau kembang api dan sejenisnya, tidak melakukan konvoi, tidak menggunakan knalpot bising, tidak mengedarkan dan menkonsumsi miras, menjaga Kamtibmas, memastikan kondisi rumah tetap aman jika ditinggalkan, tidak membawa sajam, dan selalu membawa peralatan untuk musim penghujan. 

"Ada 11 point utama yang memang telah kami sosialisasikan ke masyarakat melalui media sosial.  Termasuk juga untuk tidak konvoi dan melakukan pesta miras," ujar AKBP Wiwit. 

Orang nomor satu di Mapolres Bangkalan tersebut juga memberikan perhatian khusus pada konvoi dan miras, pasalnya kedua hal ini kerap dilakukan oleh masyarakat saat pergantian tahun.

"Konvoi bisa menimbulkan kerumunan masa dan keresahan masyarakat. Maka dari itu kita akan melakukan patroli untuk mencegah adanya konvoi berkendara. Sedangkan dampak dari miras juga sangat berbahaya karena rawan menimbulkan konflik. Oleh karena itu kita meminta masyarakat untuk tetap bekerja sama yang baik dengan tidak melakukan hal-hal yang rawan seperti itu," tutup perwira berpangkat melati dua di pundak tersebut. (*)

Komentar

Postingan Populer